Minggu, 29 April 2012

Siapa yang Punya? (Refreshing dulu Bro)



Apakah kamu pernah menjadi tutor adik-adik kelasmu, atau adik-adik tingkat di organisasimu? Atau kamu sekarang sedang menjadi tutor?

Tutor berarti orang yang memberi pelajaran ekstra kepada sekelompok kecil orang di luar sekolah. Di organisasi-organisasi sekolah istilah ini biasa digunakan untuk para senior yang melatih adik-adik juniornya. Istilah-istilah sama untuk subjek ini seperti instruktur, pelatih, amang (di pesantren) atau senior.

Berikut aku bagi salah satu trik, yang mungkin menarik untuk dipraktekkan saat latihan atau sekedar melepas rasa jenuh saat melakukan aktivitas organisasi. Judulnya ialah “Siapa yang Punya?” dan game ini merupakan modifikasi sederhana dari matematika. Konsepnya, kau berdiri seperti seorang pesulap di depan kelas. Dan di akhir pertunjukkan kau mendapat applause dari adik-adikmu. Oke, kita langsung ke TKP.

Trik pintar ini membutuhkan tiga benda kecil yang dapat dimasukkan ke dalam saku, misalnya pensil, kunci dan hp. Di samping itu, siapkanlah sebuah piring dengan 24 butir kacang (atau korek api) di atas meja.

Setelah itu mintalah masing-masing dari tiga adik-adikmu untuk memasukkan salah satu dari benda itu ke dalam sakunya masing-masing. Mereka melakukannya tanpa sepengetahuanmu (kamu berada di luar kelas atau berdiri membelakangi mereka setelah menginstruksikan itu), dan setelah mereka selesai, kamu masuk ke kelas lagi (atau tinggal membalikkan badan) dan kamu dapat menerka masing-masing benda yang ada di masing-masing saku adikmu tanpa melihatnya.

Langkah penerkaannya adalah: setelah adik-adikmu (yang dijadikan kelinci pertunjukkan, hehe) menyembunyikan bendanya, mintalah pada mereka untuk memperhatikan beberapa kacang (atau korek api). Kemudian kamu memberi satu kacang pada orang pertama, dua pada yang kedua dan tiga pada yang ketiga. Lalu kamu membalikkan badanmu lagi (dengan membelakangi mereka). Sekarang beritahukanlah bahwa adik-adikmu itu harus mengambil beberapa kacang lagi dengan uraian sebagai berikut,

Yang memiliki pensil harus mengambil kacang sebanyak yang diterimanya pertama (darimu)
Yang memiliki kunci dua kali dari yang telah diterimanya
Yang memiliki hp empat kali dari yang diterimanya tadi

Sisanya, kamu beritahukan juga, agar tetap pada piring.

Lalu, instruksikkan kalau mereka sudah selesai agar memberitahukan kepadamu. Lalu kamu membalikkan badanmu lagi dan kemudian menyatakan masing-masing benda yang ada di masing-masing saku adikumu tanpa melihatnya.

Trik ini nampaknya akan mempesonakan karena kamu melakukannya solo tanpa asisten. Tak ada sesuatu yang janggal dalam teka-teki ini, semuanya didasarkan pada perhitungan. Tebakan kamu berdasarkan jumlah kacang  yang tersisa di piring. Kamu akan menghitungnya seketika karena tak banyak jumlahnya (satu hingga tujuh kacang saja).

Bagaimana kamu mengetahui siapa memiliki apa?

Mudah saja. Setiap distribusi tiga benda yang berbeda akan menyebabkan jumlah kacang yang berbeda pula pada piring.

Kita sebut saja tiga teman kamu itu Adul, Jaka dan Odoy atau A, J dan O. Tiga bendanya adalah sebagai berikut: pensil (p), kunci (k) dan hp (h). kemungkinan distribusi (penyebaran) tiga benda itu hanya ada 6 cara :

Adul (A)
Jaka (J)
Odoy (O)
p
k
h
p
h
k
k
p
h
k
h
p
h
p
k
h
k
p

Marilah kita melihat berapa banyak kacang yang tertinggal pada masing-masing kombinasinya:

AJO
Jumlah kacang yang diambil
Total
Sisa
pkh
1+1=2; 2+4=6; 3+12=15
23
1
phk
1+1=2; 2+8=10; 3+6=9
21
3
kph
1+2=3; 2+2=4; 3+12=15
22
2
khp
1+2=3; 2+8=10; 3+3=6
19
5
hpk
1+4=5; 2+2=4; 3+6=9
18
6
hkp
1+4=5, 2+4=6; 3+4=6
17
7

Kamu dapat melihat bahwa sisanya pada setiap kombinasi selalu berbeda. Dengan mengetahui sisa tersebut, kita akan dengan mudah menentukan      SIAPA punya APA.

Sementara kamu membalikkan badanmu untuk yang ketiga kalinya, lihatlah catatan tabel di atas. Andaikan ada 5 kacang yang tersisa maka kombinasinya adalah:

Adul memiliki kunci
Jaka memiliki hp
Odoy memiliki pisau

Jika kamu ingin berhasil baik melakukannya. Kamu harus mengingat berapa banyak kacang yang kamu berikan pada masing-masing dari tiga adikmu itu.

Selamat mencoba!

Musik Kenangan


Dikisahkan, seruling dan kecapi yang menawan telinga kita
Nadanya berasal dari perputaran angkasa
Namun Iman, yang melampaui lompatan spekulasi,
Dapat mengerti merdunya setiap suara yang tak serasi

Kami, yang bagian dari Adam, bersamanya mendengarkan
Nyanyian para Malaikat dan Muqarrabin
Meski tumpul dan menyedihkan, ingatan kami
Masih menyimpan gema alunan nada surgawi

Oh, musik adalah hidangan bagi para pecinta
Musik ‘kan melambungkan jiwa ke dunia Sana
Bara berpijar, api abadi pun kian berkobar
Sembari menikmati dengan suka-ria kami pun dengar

-Masnawi IV : 733-

Nadanya berasal dari perputaran angkasa Teori Pythagoras tentang musik kenangan hampir biasa terdapat dalam filsafat dan persajakan orang-orang Muslim. Menurut Ikhwan ash-Shafa’ Basrah, “Karena angkasa berputar dan planet-planet serta bintang-bintang bergerak, maka hal itu berarti bahwa mereka mesti memiliki nada-nada musikal untuk mengekspresikan pemujaan kepada Tuhan, membuat gembira para Malaikat, sebagaimana halnya dengan jiwa kita di dunia yang fana ini yang dengan gembira mendengarkan lagu-lagu dan memperoleh pembebasan dari kesusahan dan kesedihan. Melalui lagu-lagu ini, bahkan gema-gema musik angkasa, mereka memanggil kita untuk kembali ke taman surga yang sangat luas dan kebahagiaan yang telah dinikmati jiwa selama tinggal di sana; oleh karena itu jiwa kita rindu untuk terbang ke sana dan bergabung kembali dengan pasangannya.”

Dapat mengerti merdunya setiap suara yang tak serasi Para Sufi menghubungkan pengaruh musik spiritual dengan pre-eksistensi jiwa. Sewaktu mendengarkannya, seakan-akan mereka mendengar kembali Firman Tuhan yang dijawab oleh seluruh jiwa manusia di alam baka (QS al A’rof : 172) dan kidung Penghuni Surga

Nyanyian Seruling Bambu


Dengarkan nyanyian sangsai Seruling Bambu
Mendesah selalu, sejak direnggut
Dari rumpun rimbunnya dulu, alunan
Lagu pedih dan cinta membara

“Rahasia nyanyianku, meski dekat,
Tak seorang pun bisa mendengar dan melihat
Oh, andai ada teman tahu isyarat
Mendekap segenap jiwanya dengan jiwaku!

Ini nyala Cinta yang membakarkau,
Ini anggur Cinta mengilhamiku
Sudilah pahami betapa para pecinta terluka,
Dengar, dengarkanlah rintihan Seruling!”

-Masnawi 1-

Seruling bambu Persia ini selalu dihubungkan dengan kebaktian religius Tarekat Maulawi, di mana musik dan tarian merupakan ciri khas mereka yang terkenal. Maulana Rumi mempergunakannya sebagai simbol jiwa yang kosong dari keinginan sendiri dan dipenuhi oleh ruh Illahi. Jiwa yang diberkahi ini selama kehadirannya di dunia ini, teringat akan persatuan dengan Tuhan yang telah dinikmatinya di alam keabadian dan rindu akan pelepasan dari dunia ini di mana ia seperti orang asing dan terbuang.

Oh, andai ada teman tahu isyarat berarti hanya Sufi-lah yang mengetahui Sufi